Hidangan munggah ala Palembang

Biasanya ketika kita menghadiri undangan pernikahan di Palembang, hidangan disediakan dalam bentuk prasmanan atau juga bentuk chia tok. Padahal di Palembang sendiri ada tradisi munggah atau acara yang diadakan setelah akad nikah untuk menyambut keluarga dan tamu undangan.

Hidangan munggah

Hidangan munggah

Pada acara munggah, makanan dihidangkan dalam satu nampan untuk delapan orang. Dalam hidangan ini terdapat nasi minyak,  daging kambing, daging ayam, gado-gado dan juga acar dan asinan. Kami menghadapi hidangan ini ketika datang ke kampung al munawar. Rasa masakan ini menurut saya luar biasa enak. Saya paling suka dengan gado-gadonya, bumbu kacangnya enak. Selain itu, daging kambingnya tidak prengus dan tidak alot. Jadi tidak terlalu repot untuk mengunyahnya.

Sayangnya tradisi ini sudah mulai berkurang di Palembang, orang-orang lebih suka bikin hidangan prasmanan karena tidak terlalu repot dan biayanya lebih terjangkau. Untuk hidangan semacam ini, siap-siap mengeluarkan biaya sekitar 500 – 600 ribu per satu hidangan. berarti kalau mengundang 400 orang, harus menyiapkan sekitar 25 juta. Jadi kalau ingin mencoba hidangan seperti itu, bagusnya ditanyakan dengan yang mengundang apakah pake hidangan atau prasmanan. *kemudian dikeplak yang ngundang*

6 thoughts on “Hidangan munggah ala Palembang

Leave a Reply to Ceritaeka Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.