Teri Bajak dan Ekonomi Digital

Saya bertemu Windi Septia Dewi pemilik Teri Bajak Medan ketika X: Media Gathering di Belitung awal Desember lalu. Pada awalnya Windi ingin berwiraswasta tapi masih bingung mau berjualan apa. Setelah melakukan sedikit riset, Windi memutuskan untuk berjualan teri bajak melalui instagram. Dari instagram, penjualan teri bajak Medan terus berkembang sehingga Windi sekarang mempekerjakan orang untuk membuat teri bajak.

Windi Setia Dewi di Mercusuar Pulau Lengkuas

Windi Septia Dewi di Mercusuar Pulau Lengkuas

Di Instagram, tercatat ada 5 reseller yang menjual teri bajak Medan. Selain instagram, saat ini Teri Bajak sudah membuka toko di Merdeka Walk Medan. Beberapa varian teri bajak adalah teri siap konsumsi dengan jenis teri medan dan teri belah dengan ataupun tanpa kacang dengan sambel merah atau rawit dengan harga Rp. 40.000,- /150 gram. Selain itu ada juga teri medan mentah dengan kemasan mulai dari 200 gram sampai dengan 1 kg. mulai dari harga 35 ribu per 200 gram. Ada juga kue bawang teri dengan harga 20 ribu per 200 gram. Saya sudah mencoba teri medan kacang dengan sambel rawit. Di luar pedasnya yang luar biasa karena saya gak suka pedas, teri kacangnya bikin nagih.

Teri apa yg diolah dan berasal dari Kota Medan??

A post shared by Kuliner Medan | Teri Medan (@teribajakmedan) on

Windi menurut saya adalah contoh enterpreneur muda yang memulai usaha dengan modal terbatas dan sukses. Hal ini dimudahkan karena memang saat ini adalah era ekonomi digital. Ekonomi digital adalah situasi di mana bisnis atau transaksi perdagangan yang memanfaatkan internet sebagai medium komunikasi, kolabotasi dan kooperasi antar perusahaan ataupun individu. Tentu saja ada kendala ataupun hambatan dalam mengelola usaha ini. Namun, internet mempermudah jalur pengiklanan dan penjualan karena hanya dengan terkoneksi melalui internet pemasaran dan pengiklanannya dapat dilakukan di instagram.

@windiseptiadewi berbagi tentang pengalamannya menggunakan internet untuk usahanya @teribajakmedan

@windiseptiadewi berbagi tentang pengalamannya menggunakan internet untuk usahanya @teribajakmedan

Melalui instagram, pembeli dari berbagai pojok nusantara dapat membeli teri bajak tanpa ada hambatan jarak kecuali mungkin biaya pengiriman yang setinggi langit kalau pembelinya ada jauh di pelosok. Di era ekonomi digital, internet tidak hanya dimanfaatkan untuk sekadar bermain-main seperti anggapan banyak orang selama ini. Kita bisa memanfaatkan internet sebagai sarana untuk mencari uang sehingga jika terjadi ketergantungan internet, bukan karena sakau ingin eksis di media sosial tetapi karena internet merupakan alat utama kita untuk mencari nafkah.

XL bertujuan untuk memenuhi kebutuhan internet semacam ini untuk menuju ekonomi digital Indonesia. XL juga ingin mengedukasi masyarakat sehingga bisa menggunakan internet bukan hanya untuk bersosialisasi semata tetapi juga memanfaatkan internet sebagai sarana untuk mencari penghasilan. Oleh karena itu, XL  memperluas jaringan 4G LTE dan juga mengembangkan elevania sebagai tempat untuk melakukan transaksi jual beli di internet. Selain itu, setiap tanggal 20 merupakan hari momentum digital, sehingga pada tanggal 20 Januari tadi, kami diundang untuk mengadakan reuni plus melalui teleconference di XL Center dengan peserta XL  Media Gathering di Belitung pada awal Desember lalu. Teleconference ini diadakan di empat kota yaitu Medan, Pekanbaru, Palembang dan Bandar Lampung.

Teleconference di Grha XL Lampung Pic: Sari Sitopu

Teleconference di Grha XL Lampung Pic: Sari Sitopu

Teleconference di 4 Kota: Palembang, Medan, Pekanbaru dan Bandar Lampung Pic: @suzannita

Teleconference di 4 Kota: Palembang, Medan, Pekanbaru dan Bandar Lampung
Pic: @suzannita

Anyway, kalau ingin mencoba teri bajak medan, silakan cek di instagram @teribajakmedan line: teribajakmedan ataupun kalau sedang ada di Medan bisa langsung ke toko Teri Bajak Medan di Merdeka Walk Medan.

10 thoughts on “Teri Bajak dan Ekonomi Digital

  1. ini inspiratif. dengan teknologi semacam teri bajak pun jadi mudah menemukan pasarnya 🙂

    saya beberapa tahun lalu sempat ingin berjualan online dan yg dijual adalah topeng yang diproduksi oleh masyarakat desa sekitar saya, dan juga perak

    sampai sekarang berhenti sebagai wacana. padahal instagram juga ada dan memudahkan 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s