Demi Ucok

Demi Ucok

Demi Ucok

Perempuan Batak itu dianggap sukses kalau ‘menikah dengan orang batak, punya anak batak dan mencari menantu batak’. Inilah premis awal film ‘Demi Ucok’ . Glo adalah seorang sutradara film yang sukses dengan film pertamanya. Dibayang-bayangi oleh sukses film pertamanya, ia ingin membuat film kedua yang lebih baik lagi. Namun impiannya itu terganjal dengan tidak adanya produser yang berminat untuk mendanai film itu. Sementara itu, ibu Glo punya cita-cita lain untuk anaknya. Ia ingin agar anaknya menikah dengan laki-laki batak yang baik dan menghasilkan anak-anak batak. Dan dari sinilah pertarungan antara ibu dan anak dimulai. Sebagai orang muda, Glo ingin mengejar cita-citanya dulu baru kemudian memutuskan untuk menikah. Sementara ibunya ingin agar Glo menikah terlebih dahulu dan baru mengejar cita-citanya.

Hubungan ibu dan anak tergambar dengan baik di film ini dan menurut saya realistis. Ibunya yang manipulatif melakukan segala cara agar anaknya bersedia menikah. Ke gereja lima kali sehari untuk mencari laki-laki batak yang baik sampai dengan bersedia menyediakan dana sebesar 1 milyar untuk produksi film dengan syarat Glo menikah terlebih dahulu. Glo sendiri merasa bahwa menikah itu bukan prioritas, masih banyak hal yang bisa dikejar dalam hidup. Ada pertarungan nilai di film ini, Glo merasa bahwa ia ingin hidupnya berarti dengan mengejar impian-impiannya. sementara bagi ibunya, ‘Egois sekali itu, hidup harus untuk sesama. Baru itu namanya hidup yang berarti‘. Pada akhirnya, Glo tidak mau buru-buru menikah karena melihat bahwa ibunya melepaskan impiannya setelah menikah.

Glo selalu merasa bahwa kasih ibu itu sepanjang jalan tetapi: terms and conditions apply. Hal ini dibuktikan dengan kesediaan ibunya menyediakan dana satu milyar untuk membiayai pembuatan filmnya dengan syarat: menikah dengan orang batak. Ibunya tanpa bosan-bosannya meminta, menyindir. meneror dan menagih agar Glo bersedia menikah dengan laki-laki batak. Bahkan blackmail oleh ibunya dengan mengatakan bahwa usianya tidak lama lagi pun tidak dianggap serius oleh Glo. Akan tetapi pada akhirnya, film ini membuktikan bahwa cinta ibu pada anaknya itu tanpa batas dan tak bersyarat. Pada akhirnya ibu akan melakukan semuanya agar anaknya bisa bahagia. Karena sukses seorang perempuan itu dilihat dari anak-anaknya.

This film is hilarious. Mak Gondut yang berperan sebagai ibu Glo – dan kebetulan adalah ibu kandung sutradaranya – memang merupakan bintang dari film ini. Ia bisa berakting dengan lepas sebagai perempuan batak yang menginginkan yang terbaik untuk anaknya. Mak Gondut mungkin bukan seperti Bree van de Kamp yang begitu sempurna, namun dalam bayangan saya, begitulah kebanyakan ibu-ibu. Mak Gondut melakukan segalanya demi anaknya termasuk berjualan MLM dan masuk menjadi anggota berbagai partai yang berbeda. Meskipun film ini bercerita tentang keluarga batak dan pada dasarnya adalah cerita hidup dari sutradaranya, bagi saya ini adalah film tentang ibu dan anak perempuannya. Walaupun mungkin tidak semua ibu semanipulatif ini, tetapi pada dasarnya ibu hanya menginginkan agar anaknya bahagia. Karena itu, baik-baik dengan orangtuamu karena itu adalah kunci suksesmu.

Rating: 4/5

Gambar diambil dari sini.

18 thoughts on “Demi Ucok

  1. Aku nonton pilem ini langsung ngakak dari pertama. Bukan apa2 mbak, aku inget mamakkuuu 😀
    Dan adegan Glo berantem sma maminya ituh persis banget adegan aku and mamakku apalagi pas bilang, ‘”kalau tahu gedenya kau begini, aku pites kau dari kecil” huahahaha itu kayaknya hampir semua orang Batak ngomong gitu.

    Btw ada yang kurang pas, mbak. Orang Batak tuh manggil nyokapnya mamak, sesekali mami. Gak terus-terusan panggil mami tiap saat

  2. Walaupun mungkin tidak semua ibu semanipulatif ini, tetapi pada dasarnya ibu hanya menginginkan agar anaknya bahagia. Karena itu, baik-baik dengan orangtuamu karena itu adalah kunci suksesmu.

    Idem banget deh mbak dengan kalimat penutupnya. 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s