Silent Scream

Pernah membaca tentang ABG yang minum baygon atau gantung diri karena diputusin oleh pacarnya? Rata-rata pasti sudah pernah dan biasanya mereka berkomentar alangkah gobloknya hanya karena diputuskan oleh pacar lantas mengambil cara pintas seperti itu. Dunia kan tidak selebar daun kelor. Masih banyak ikan di laut. Atau malah mentertawakan perbuatan bunuh diri itu. Saya? I feel sorry for them.

Saya percaya bahwa ketahanan seseorang dalam menghadapi masalah dalam hidupnya berbeda-beda. Ada yang bisa tegar meskipun dipecat dari pekerjaan ditambah diputusin pacar ditambah diusir dari kostan. Ada juga yang langsung kehilangan semangat hidup ketika klub bolanya kalah. Jadi bagaimana orang itu menghadapi masalah akan berbeda-beda. Tergantung dengan bagaimana cara ia memandang hidup itu sendiri.

I have to admit that yes it crossed on my mind to commit a suicide when I thought I had a very difficult problem (for me). But my common sense won. Saya masih mencintai hidup. Masih ingin nonton NCIS. Masih mau keluyuran keliling dunia. Tapi yang paling penting adalah saya tidak mau orang-orang yang saya cintai kecewa dan sedih karena saya.

Durkheim pernah mengatakan bahwa orang yang sendirian memiliki kecenderungan untuk melakukan bunuh diri daripada orang yang berkeluarga. Dalam kasus ABG-ABG yang bunuh diri ini saya berpendapat bahwa mereka merasa sendirian di dunia. Tidak ada yang peduli dengan mereka. Saya juga pernah mengalami ketika saya ABG dan putus pacaran, saya malah ditertawakan dan diledekin. “Ciyeee… yang putus pacaran… Kasihan yaaaa!” Mungkin maksudnya hanya untuk bercanda. Dan untungnya juga saya berpendapat bahwa si mantan pacar itu tidak layak buat ditangisi terus-menerus apalagi sampai bunuh diri karenanya. Amit-amit jabang bayiikkk.. *knock-knock on the wood*. Tapi bayangkan dengan mereka yang tidak punya tempat untuk berbagi. Apalagi orang introvert yang lebih memilih untuk memendam masalahnya sendiri.

Jadi tidak ada salahnya untuk lebih peduli pada orang yang ada di sekitar kita. Tidak menghakimi dan juga tidak merendahkan masalah mereka. Karena kita tidak pernah tahu isi hati seseorang.

A Silent Scream
Richard Marx

Twenty four and he believes for sure he’s got it made
Fame is here for good and looks will never fade, he doesn’t know
The game is never over ‘till the cards have all been played

Eighty three and still he feels his best is yet to come
He believes that youth is wasted on the young, he’s alone
The only dream he ever has is being with someone

Love you when you’re standing tall but nobody knows you
When you’re falling, all you have to do is call
But nobody ever hears the silent scream

Christmas came and went again but still nobody came
Staring at her wedding photo in a frame, she’s alone
We should hope the loss of memory helps to ease the pain

Love you when you’re standing tall but nobody knows you
When you’re falling, all you have to do is call
But nobody ever hears the silent scream

Memories, moments you recall, we should be remembered
For the greatest of them all, you can’t begin to live
Someone else’s life or your own will pass you by

Oh, who’s to know, maybe we can learn
A thing Or two from everyone

Love you when you’re standing tall but nobody knows you
When you’re falling, all you have to do is call
But nobody ever hears the silent scream

*PS: Saya bukan ahli jiwa jadi analisa ini bisa saja salah

5 thoughts on “Silent Scream

  1. betul banget, sedih ketika kita tidak bisa berbagi, sakit ketika sulit utk berbagi dgn org lain, dan pedih disaat kita selalu berusaha percaya bahwa kita bisa menghadapi masalah sendirian saja

  2. Memang kadang masalah berat datang mendera …
    ya … kadang berat banget …

    tapi … kita semua (sesungguhnya) diberikan kemampuan dan kebisaan untuk beradaptasi …

    Salam saya Tik

  3. (Jujur). Seinget saya, dulu ketika saya masih ABG pun pernah terbesit untuk melakukan ‘itu’ ketika mengalami permasalahan yg saya rasa sangat berat pada wkt itu. Ceritanya sedang Broken Home atau apalah istilahnya.
    Analisa singakatnya adalah: Saya merasa kurang diperhatikan (seinget saya).
    Huh, untung saja saya ga beneran melakukan percobaan ‘aneh’ itu.
    Pokoknya semua tahulah.
    Melakukan itu merupakan tindakan keputusasaan yang sangat merugikan diri sendiri dan maha dibenci oleh Tuhan. Titik.
    Tuhan tak kan setega seperti yg saya bayangkan wkt itu.
    Tuhan tak mungkin memberikan cobaan/permasalahan yang melampaui dari kemampuan dimiliki seseorang.
    Pasti selalu ada jalan keluar yang lebih baik.
    Terus istrospeksi, lakukan yang terbaik di mata-Nya dan Sabar sampai MATI.

    Salam,

  4. emang sih ya there were moments when we feel so desperate mulai dari dapet nilai D sampe putus pacar, but above it all, eventhough life is a large playground, there is no additional bonus for life once you get the game over. I keep repeating to myself after all that i’ve been through rugi rasanya kalo sampe gila atau bunuh diri sekarang ya. If you feel nobody loves you, you just have to love yourself much more than before because life is worth to fight for #komenhalahbangetdeh

    Troubles are the things that shape me and give me a chance to see the true friends. #masihhalahkomen

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s