Pekan Kondom Nasional, tujuan akhirnya…..

Rencananya 1 – 8 Desember 2007 adalah pekan kondom nasional. Kayaknya sudah banyak blog yang membahas soal ini. Di sini juga sudah dibahas dengan lengkap.

kondom07.jpg

Biar tidak dikatakan mengkupi pes. Saya hanya akan menambahkan sedikit komentar terhadap pelaksanaan pekan kondom nasional ini. Ide awalnya memang bagus. Tapi kalau di lihat dari TOR nya, saya juga jadi bertanya-tanya. Apakah tujuan akhir dari kampanye ini. Apakah dengan pembagian kondom gratis di bundaran HI, masyarakat jadi sadar akan pentingnya kondom.

Kenapa tidak dengan cara mengubah dulu persepsi masyarakat tentang kondom. Saya sendiri mengalami ketika menyaksikan teman-teman IFPPD berusaha untuk menggolkan perda tentang HIV dan AIDS di Palembang. Banyak yang protes ketika ada kewajiban untuk menggunakan kondom pada hubungan seksual beresiko. Banyak juga yang beranggapan bahwa promosi kondom sama dengan melegalkan perzinahan.

Ketika bicara soal pencegahan HIV dan AIDS di Indonesia, kita juga berhadapan dengan tatanan moral. Masih banyak orang yang belum mau menerima kondom sebagai salah satu alat pencegahan penularan HIV. Harusnya pola berpikir orang soal kondom dulu yang diubah. Kalau cuma pembagian kondom, demonstrasi pemakaian kondom. Saya khawatir jangan-jangan orang akan semakin anti terhadap kondom sebagai salah satu alat untuk mencegah penularan HIV.

Dan seperti yang dikatakan di artikel itu, bagaimana menghadapi kelompok-kelompok tertentu yang mungkin tidak setuju dengan kegiatan ini. Seharusnya ini diperhitungkan juga oleh pihak penyelenggara. jangan sampai terjadi kericuhan gara-gara pekan kondom nasional ini.

42 thoughts on “Pekan Kondom Nasional, tujuan akhirnya…..

  1. Iyaa ya, saya stuju saja bahwa kondom itu dikampanyekan bagi orang2 yang tidak kuat berhubungan s** di luar pasangan resmi. Kepada merekalah kondom disemangati untu k dikampanyekan.

  2. @Kurt
    i like your opinion. Tidak melihat dari masalah moralnya tapi lebih ke pencegahannya.

    @caplang
    ada lomba pasang kondom. tapi gak tau tercepat atau kagak. soalnya belum tentu orang bisa pasang kondom dengan benar.

  3. Mengubah pola pikir itu kerja besar emg, jauh lebih besar daripada sekadar buat pekan, bulan, bahkan tahun kondom nasional.

    Bicara soal ini jg selalu kyk kejepit dilema: berkondom ria berarti “membolehkan” orang ngeseks di luar nikah, tapi menolak kondom berarti juga bunuh diri!

    and my point of view… innama a’malu binniah. Semua tergantung apa niat kita. Kalo emg mau menyelamatkan manusia dari kepunahan akibat monster bernama AIDS, hepatitis dsb, go on…

    di tahap kita sudah sangat yakin dengan niat, maka pepatah anjing menggonggong kafilah ikut menggonggong juga, sudah bisa dipake.

    Caplang! Kita para biker emg selalu berpikir soal speed yah… Perkara selamat ato nabrak, soal lain.

    Wuih, panjang yah… Maap Bu Ira, saya makan quota WP-mu.

  4. Hidup Kondom!!! :mrgreen:

    Apakah dengan pembagian kondom gratis di bundaran HI, masyarakat jadi sadar akan pentingnya kondom.

    Seperti-nya bakalan tidak Ra. Aku sih rada pesimistis dengan ini, lha masih banyak kok yang gak bisa nge-bedain antara kondom dengan balon 😆

    Jadi, aku akur dengan kamu, sebaik-nya sosialisasi-nya dan ngerubah pemahaman-nya dulu, itu yang penting 😉

  5. Kenapa tidak dengan cara mengubah dulu persepsi masyarakat tentang kondom.

    Benar.
    Mestinya ada penyadaran dulu akan persepsi masyarakat yang udah kadung miring. Yang menolak, memandangnya melulu sebagai legalisasi seks, sementara yang menerima juga seakan punya alasan yang sama meski dari sudut yang berbeda.

  6. Dualisme kondom! satu setuju satu ngga? Tempatkan sesuatu pada tempatnya. Persepsi yg beda suka bikin org tersinggung. Nawarin atau pekan kondom nasional kayaknya ngga cocok di sebut nasional. Seolah2 senasional diminta pake kondom. bukankah sudah ada tempat tertentu yg harusnya menjadi target!

  7. ikut berceloteh ah :

    kenapa takut ma yang namanya AIDS ?
    AIDS itu kan “Obat” dari penyakit yang namanya “Zina”
    jadi kalo elu ga zina sakit ya elu ga AIDS sakit
    gitu aja ko repot *Gus Dur Mode On*

  8. Ketika bicara soal pencegahan HIV dan AIDS di Indonesia, kita juga berhadapan dengan tatanan moral. Masih banyak orang yang belum mau menerima kondom sebagai salah satu alat pencegahan penularan HIV. Harusnya pola berpikir orang soal kondom dulu yang diubah. Kalau cuma pembagian kondom, demonstrasi pemakaian kondom. Saya khawatir jangan-jangan orang akan semakin anti terhadap kondom sebagai salah satu alat untuk mencegah penularan HIV.

    😦 khawatir membayangkan bila orang anti pake kondom, maaf tante tapi saya nda ngerti, pola pikir yang seperti apa sih yang ingin diubah?? belum ada sepertinya di postingan, atau mungkin saya kurang jeli??

  9. @Toga

    di tahap kita sudah sangat yakin dengan niat, maka pepatah anjing menggonggong kafilah ikut menggonggong juga, sudah bisa dipake.

    kalo anjingnya gigit gimana bang?
    saya khawatir, kalo tidak direncanakan dengan baik malah ricuh acara ini. siapa yang jamin, tidak ada kelompok ekstremis *halah* yang protes dan bikin onar. 😀

    @cK
    iya Chik, ada rasa strawberry dan coklat

    @Harri
    memang pe er besar

    @caplang
    😆

    @Pandapotan MT Siallagan
    :mrgreen:

    @morishige
    anak pintar 😀

    @aLe
    kenapa nak?

    @ayahshiva
    persepsi masyarakat akan seperti itu.

    @musmus
    toss!!!!!

    @alex
    soal kondom ini masih kontroversial di sini. kalo inget iklan alm harry rusli dulu kan cuma bertahan beberapa minggu.

    @benbego
    iya judulnya juga, padahal kegiatannya cuma ada di jakarta 😀

    @Jaka
    eits…. mau kabur ke mana????? 👿
    cuci piring dulu

    pencegahan yang paling baik memang dengan tidak melakukan hubungan seks

    @goop

    maaf tante tapi saya nda ngerti, pola pikir yang seperti apa sih yang ingin diubah??

    selama ini masih banyak yang menganggap mempromosikan kondom sebagai alat pencegahan penularan HIV sama dengan legalisasi seks bebas.

  10. kita diIndonesia kadang memang ga mau liat kenyataan yg sebenarnya.pasang dispenser kondom ditempat umum dibilang melegalkan seks bebas,padahal tanpa ada itupun freesex dah terjadi dimana2.opsinya adalah,apakah kita mau tetap pura2 gataw dan menunggu banyak korban aids, aborsi dll atau mau coba peduli dengan safe sex dan menyediakan sarana dan prasarana.
    Jangan muna lah,dari jaman nabi sampe kiamat nanti yg namanya zinah atau apapun sebutannya akan tetep ada.

  11. kalo kemarin puji kondom, kini hujat kondom. kampanye kondom. kampanye kapitalisme. kampanye Barat. atas nama penyakit, mengajak semua pake kondom. mari rayakan seks. hiks

  12. Sepakat ma gerakan ini Tante…

    Buat yang masih bisa jaga iman, ya gak usah nyoba make sarung latex mini itu 😆
    Tapi buat yang enggak, yah… tu sarung kan bisa menjadi salah satu sarana efektif untuk menjaga diri dari hal-hal yang gak diinginkan (AIDS misalnya 😛 )

  13. @alex
    untuk apa dipake????

    @sungai
    sebenarnya, kampanye kondom bukan untuk merayakan seks. tapi untuk memberikan informasi ke masyarakat fungsi kondom sebagai alat untuk mencegah penularan HIV.
    Inilah salah satu persepsi yang harusnya diubah 😀

    @siawhietji
    anak pinter 😀

  14. mw ikut an numpang ngasi info & opini yaa…

    Tau gk??kita tuh emg org yg gagap globalisasi..di amerika aja menurut FDA (food &Drug Administrations) tahun 2005; menyuruh para pabrikan kondom utk menaruh label peringatan “bahwa kondom hanya SEDIKIT EFEKTIF mencegah penyebaran penyakit seksual yang menular seperti virus herpes, papilloma dan HIV/AIDS. Kondom hanya untuk mencegah SPERMA BUKAN penetrasi VIRUS HIV/AIDS”.

    Trus…pori2 kondom itu “cuma” berdiameter 1/60 mikron,,tau gk virus HIV itu diameternya 1/250 mikron. Jadi anak SD yang baru belajar lebih besar dan lebih kecil aja tau klo kondom sgt gk berdaya mengurangi atau mencegah bocornya/masuknya virus HIV/AIDS.Info ini didapat dari KONFERENSI AIDS Asia Pacific di Thailand tahun 1995. Emg Indonesia gk ngirimin wakil ya kesana??

    Intinya mah…JANGAN MAU DIBEGOIN sama kapitalisme dan politik perdagangan pabrik KONDOM…pemerintah mestinya malu!!!!!Masa BUMN punya pabrik kondom…
    gw si gk mau dicap jadi generasi cabul…

    Kondomisasi,prostitusi,judi,pornografi,narkoba,korupsi semua tuh produk akhir dari pola pikir JALAN PINTAS!!Semua maunya INSTAN.klo cegah HIV mah NO FREE SEX bukan FREE SEX with SAFE SEX!!!aneh….
    Lagipula klo gtu gw juga mau ah,,bikin PEKAN JARUM SUNTIK NASIONAL,,bagiin jarum suntik gratis biar mencegah peredaran virus HIV/AIDS lewat narkoba. Jadi org klo mw make narkoba udh dapet jarum suntik yg aman dari gw,,jd mereka gk pake bareng2 (copycat ide para penggagas Pekan Kondom Nasional).

    Klo prihatin,,kita mohon bantuannya untuk aksi ngambilin kondom2 ini dan memperluas informasi ttg kebohongan kondomisasi,,tgl 1 Desember-8 Desember 2007.Bakar aja ya atau dijual aja di tmpt prostitusi (kyknya ini lebih tepat deh…)

    slm kenal…dan buat itik kecil,,mksh yaa… 🙂

  15. Kalo soal komentar FDA tentang kondom – kalau yang saya baca via beberapa artikel adalah bahwa FDA memang diminta melakukan beberapa tes untuk memeriksa kefektifan kondom. Hasil-nya betul, kondom memang kurang efektif untuk mencegah infeksi yang terjadi di daerah2 kulit yang tidak tertutup oleh lateks. Condom does not provide full protection – but it does provide some protection. Some protection is better than no protection at all!!

    FDA sendiri kemudian mendapatkan beberapa “teguran” dari lembaga2 yang bergerak di bidang HIV/AIDS (salah satunya lembaga Planed Parenthood – cukup besar dan terkenal di sono juga). Ini saya kutip kalimat dari Planned Parenthood: “Condoms provide less protection for certain STDs, such as genital herpes and human papillomavirus (HPV), that can also be spread by contact with infected skin outside the area covered by the condom, Condoms only protect skin that is covered; STD’s located on skin outside the condom could be spread to an uninfected partner. Still, using latex condoms every time you have sex protection against these STDs.”

    Dari informasi yang saya dapet juga label warning yang dikeluarkan oleh FDA untuk kondom adalah sebagai berikut:
    “When used correctly every time you have sex, latex condoms greatly reduce, but do not eliminate, the risk of pregnancy and the risk of catching or spreading HIV, the virus that causes AIDS.” – jadi disini membuktikan bahwa FDA masih tetap merekomendasikan penggunaan kondom untuk pencegahan STIs, dan termasuk juga HIV/AIDS.

    Soal pori2 kondom yang lebih besar dari virus HIV – ini menarik juga sebenernya. Mungkin bisa ditunjukkan sumber artikel yang memuat pendapat tersebut? Karena dari dokumen2 yang menyangkut tentang FDA – saya ngga nemuin soal data tentang pori2 kondom dan juga besar diameter virus HIV.

    Btw, kalo bagi2 jarum suntik – sekarang ini udah ada koq lembaga yang kerjaannya bagi2 jarum suntik steril ke pemake narkoba suntik supaya mereka ngga ketularan HIV. Coba aja ajak mereka kerjasama, mungkin mau bikin pekan jarum nasional juga hehehehehehehe……

    Saya setuju bahwa aspek moral masih dijunjung tinggi – dan sudah seharusnya kita memperhatikan hal tersebut dalam melakukan kampanye kondom. Tapi mungkin kita bisa menjadi lebih arif dengan memberikan info yang konteksnya lebih luas kepada masyarakat – sehingga tidak terjadi kesalahpahaman di masa yang akan datang. Janganlah kita menjadi terlalu provokatif…nyadar aja – dengan atau tanpa kehadiran kondom pun toh prostitusi tetap terjadi.

  16. Wah, pak Leb…

    “Kondomisasi, prostitusi, judi, pornografi, narkoba, korupsi semua tuh produk akhir dari pola pikir JALAN PINTAS!! Semua maunya INSTAN. klo cegah HIV mah NO FREE SEX bukan FREE SEX with SAFE SEX!!!aneh….”

    “Klo prihatin, kita mohon bantuannya untuk aksi ngambilin kondom2 ini dan memperluas informasi ttg kebohongan kondomisasi, tgl 1 Desember-8 Desember 2007. Bakar aja ya atau dijual aja di tmpt prostitusi (kyknya ini lebih tepat deh…)”

    Pertama anda membicarakan tentang jalan pintas yang bobrok, kemudian anda mengambil jalan pintas dengan mengajak orang melakukan aksi vandalis terhadap niat baik orang lain…

    apa maksud dari ketidakkonsistenan ini?

    hm… anda mencela kapitalisme tapi mengacu pada data (FDA) dari negara kapitalis…

    sekali lagi, apa maksud dari ketidakkonsistenan ini?

    hm…

    saya rasa anda pastilah seorang ilmuwan. bisakah berbagi hasil riset anda tentang pori di kondom dan ukuran mikron virus HIV tersebut? pastilah link-nya akan sangat berguna bagi saya yang suka menulis. soalnya setau saya, anak SD paling jago kalo cuma ngecap. 🙂

  17. Wah2….sebenarnya nek msalah pembodohan terhdap pemerintah oleh kpitalisme barat dah lama mas…soale untungnya wuiiihhh…GD banget…bicara soal kondom gratis sebenarnya mereka2 tu hanya malu untuk ngomong FREE SEX boleh2 aj…apalagi suka sama suka..silahkan aja lakuin zina…..jadi biar kesannya agak moralistis sedikt,diganti namanya menjadi PAKE KONDOM BEBAS DARI AIDS/HIV….eeeh kebalik HIV/AIDS…hik-hiks

  18. @Leb
    makasih atas opini nya, tapi saya tetap berpendapat kalau kondom sebagai salah satu cara pencegahan penularan HIV. Kalau kampanye untuk no free sex itu tidak berhasil.
    Pekan Kondom Nasional ini bagus, asalkan ditujukan ke sasaran yang tepat. bukan dengan cara membabi buta membagikan kondom ke semua orang yang lewat.

    @Kucrit

    Saya setuju bahwa aspek moral masih dijunjung tinggi – dan sudah seharusnya kita memperhatikan hal tersebut dalam melakukan kampanye kondom. Tapi mungkin kita bisa menjadi lebih arif dengan memberikan info yang konteksnya lebih luas kepada masyarakat – sehingga tidak terjadi kesalahpahaman di masa yang akan datang. Janganlah kita menjadi terlalu provokatif…nyadar aja – dengan atau tanpa kehadiran kondom pun toh prostitusi tetap terjadi.

    sepakat pak, harusnya memang kampanye kondom ini lebih ditujukan ke kelompok berisiko.

    @awie
    kayaknya yang lebih tepat jawab pak Leb ya 😀

    @faiz
    setahu saya, kondom sebagai salah satu alat pencegahan HIV dan ditujukan lebih ke kelompok berisiko tinggi. Jadi tidak benar kampanye kondom di Indonesia sama dengan kampanye free sex. Kalau ada pemberian informasi tentang HIV ke sekolah/perguruan tinggi atau remaja umum, aspek yang lebih ditekankan ke mereka adalah abstinence atau tidak berhubungan seks sama sekali sebelum menikah.

  19. menurut saya kondom bukanlah solusi untuk menghindari terjangkitnya virus HIV, namun free sex lah yang harus di hindari untuk mencegah terjangkitnya penyakit AIDS.

  20. saya kadang berpikir.. kalau saya punya kesempatan yg besar untuk free sex.. apakah saya masih punya integritas dalam menghindari itu… *merenung* kesimpulan yg saya dapat.. saya ragu…

    saya pernah punya teman yg sangat mudah sekali mendapatkan cewek *maaf bukannya diskriminasi, contoh ini juga bisa dibalik misalkan cewek yg mudah dapat cowok* karena anaknya emang ganteng, pandai bergaul dan kaya 🙂 , dengan ‘keadaan’ dia yg demikian… sangat mudah sekali bagi dia untuk melakukan ‘itu’…, apalagi misalkan ditambahi dengan dia memiliki libido yg tinggi *libido adalah genetis*, sebagai manusia biasa hal tersebut sangat wajar jika dia kadang mungkin terperosok kedalam free sex.. hal ini manusiawi dan alami..

    jadi menurut saya.. kondom adalah jaring pengaman terakhir… dan tetap diperlukan untuk menghindari penyakit AIDS

  21. Hahahahah… Bloon! Pemerintah bloon! Inti AIDS adalah kebebasan klo pemerintah ingin mencegah AIDS maka harus disumbat segala bentuk medium ke arah kebebasan (seks).

    Namun para kapitalis slalu memberikan solusi yang dangkal antara lain mereka ingin nilai kebebasan mereka trus eksis namun itu tidak membahayakan. Jadilah kondom untuk mencegahnya. Adalah bullshit klo mereka bicara mencegah freeseks untuk mencegah AIDS itu bukan pembicaraan serius mereka.

    Sejatinya mereka tak kan pernah menggugat freeseks yg terkait dengan akidah kebebasan mereka.

    Yang bloon adalah yang manggut2 termasuk pemerintah bastard negeri ini, latah ikut trend dunia— ya iyalah sebagai anggota PBB, dan PBB ‘merekomendasikan’ yearly commemoration of AIDS, menuntutu anggotanya untuk memperingatinya.

    Klo kita serius soal pencegahan AIDS. Maka berangus kehidupan pecundang ngeseks di luar nikah! Yang kedua berangus nilai2 kebebasan moron animalistik yang intinya akidah sekular kapitalis.

    Hato nikah!!!!! Anjrit! Moron!

  22. Kenapa juga kondomnya merah putih ….? nasionalis banggeetttzzzz……..

    Huahahahaha….. kebayang kalo pake kondom model gini, yang pasti cewek gw gak bakalan mau ….. eeee malah dia hormat di kiranya sang merah putih (kan sama sama ada tiangnya) Huahahahaha…………

    Jangan sering2 bahas ginian donk….. jadi pengen make terus neh……

    And anak kecil jadi pengen coba coz penazaran …….

  23. KONDOM GAK ADA GUNANYA KARENA UKURAN PORI-PORI KONDOM LABIH BESAR DARI UKURAN HIV ITU SENDIRI..

    KALO MAU AMAN DARI AIDS YA JANGAN NGESEKS SEMBARANGAN..

    ADA DI TRACK YANG LURUS ADALAH KUNCI UTAMA

  24. Ping-balik: Pekan Kondom Nasional??? « DeTekSi

  25. soal kondom, tidak terlepaas dari dua hal yang pertama soal kebutuhan dan yang kedua soal ekonomi bangsa yang saat ini, bagi saya untuk membentengi diri dari HIV/AIDs adalah Iman dan nafsu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.