Kuliner di Malang: Dari Makanan Legendaris sampai Jajanan Pasar

Bulan Agustus lalu saya berkesempatan berkunjung ke kota Malang selama beberapa minggu. Hal pertama yang dilakukan tentu saja mencoba makanannya.

Rawon Nguling

Salah satu rawon yang direkomendasikan adalah rawon Nguling yang terletak di Jalan Zainul Arifin. Rawon Nguling merupakan cabang dari rumah makan yang berada di Probolinggo. Tempatnya luas namun selalu ramai, jadi terkadang harus antri kalau kita makannya di jam-jam sibuk seperti makan siang. Tempat parkirnya agak susah karena berada di pinggir jalan.

Rawon Nguling Malang

Rawon disajikan di dalam piring bersama dengan nasi, selain itu tersedia juga lauk tambahan seperti tempe goreng, mendol ,tahu goreng, empal, babat, paru goreng dan telur asin. Harga di sini mulai dari 34 ribu untuk nasi rawon. Yang membuat mahal adalah kalau ditambah lauk-lauknya. Rawon di sini menurut saya termasuk rawon yang enak di kota Malang. Dagingnya lembut dan kuahnya juga enak. Merupakan salah satu tempat yang saya rekomendasikan untuk yang ingin mencoba rawon di Malang.

Nasi rawon di Rawon Nguling

Rawon Nguling: Jl. Zainul Arifin No.62, RT.01/RW.01, Kiduldalem, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65119

Warung Lama Haji Ridwan

Warung Lama Haji Ridwan adalah salah satu tempat makan tertua di kota Malang, yang sudah ada sejak tahun 1925. Berada di lantai dasar Pasar Besar Malang, lokasinya tidak terlalu sulit untuk dicari. Begitu sampai kita akan melihat daftar menu yang ada di dinding. Warung Lama Haji Ridwan menyediakan berbagai menu makanan, namun yang banyak direkomendasikan adalah nasi rawon seharga 20 puluh ribu rupiah. Selain itu, saya juga memesan sate. Selain itu tersedia lauk tambahan seperti perkedel, tempe, mendol dan lauk lain seperti babat, empal dan otak.

Warung Lama Haji Ridwan
Menu di Warung Lama Haji Ridwan: nasi rawon, sate daging, sate usus, mendol dan tempe

Warung Lama Haji Ridwan: Pasar Besar Malang Lantai Dasar Unit B15 -16, Jalan Pasar Besar, Malang, Jawa Timur 65141

Bakso President

Bakso President adalah salah satu kuliner yang paling banyak disarankan oleh orang-orang ketika tahu saya akan berkunjung ke Malang. Lokasinya berada di dekat rel kereta api sehingga sesekali kita bisa melihat kereta api yang melintas di samping tempat kita duduk. Tempat ini selalu ramai, jadi terkadang kita harus antri untuk mendapatkan tempat duduk. Sistem di sini adalah pesan dulu kemudian langsung membayar, baru nanti bisa mengambil makanan yang kita pesan.

Pilihan menu bakso di sini lumayan banyak, jadi kita bisa memilih sendiri mana bakso yang akan dimakan. Favorit saya di sini adalah bakso bakarnya yang memiliki rasa gurih dengan aroma bakaran yang khas. Selain itu, ada juga pilihan seperti bakso goreng dan bakso urat yang tak kalah enak. Pelayanan di sini cepat walaupun sedang ramai, sehingga kita tidak perlu menunggu terlalu lama untuk menikmati hidangan. Tempatnya juga bersih dan nyaman.

Bakso President : Jl. Batanghari No.5, Rampal Celaket, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65111

Pecel Kawi

Sejak berkunjung ke Malang dua tahun yang lalu, pecel kawi memang sudah membuat saya suka banget. Sampe akhirnya beli bumbu pecelnya. Menu yang disediakan di pecel Kawi bukan hanya pecel saja, tetapi ada juga menu lain seperti nasi rawon, nasi campur dan nasi ayam. Selain itu ada juga lauk lain seperti aneka sate, mendol, perkedel dan telur. Tempat ini juga menyediakan bumbu pecel ukuran 1/2 kg dan 1 kg. Jadi kalau kangen makan pecel kawi, bisa bikin sendiri di rumah.

pecel kawi dengan tambahan telur ceplok dan tempe

Pecel kawi cocok sebagai menu sarapan, tempatnya juga bersih dan lumayan luas. Rumah makan ini sudah ada di Malang sejak tahun 1975. Sayangnya agak susah untuk mencari parkir karena lokasinya berada di pinggir jalan raya.

Pecel Kawi: Jalan Kawi Atas 43B Malang

Pasar Oro-Oro Dowo

Saya selalu suka jalan-jalan ke pasar tradisional, di pasar tradisional saya bisa melihat apa saja yang biasanya dibeli warga lokal. Apalagi biasanya di pasar tradisional banyak jajanan yang enak. Pasar Oro-Oro Dowo tidak terkecuali. Pasar Oro-Oro Dowo sudah berdiri sejak tahun 1932. Berlokasi di jalan Guntur, pasar ini buka sejak pagi hari. Pertama kali ke sini saya datang jam 12 siang. Tentu saja terlambat dan sebagian besar toko di sini sudah tutup.

Keesokan harinya saya balık di pagi hari Ternyata di pagi hari pasar ini sudah ramai dengan pengunjung. Selain menjual bahan pokok dan juga perlengkapan rumah tangga, di pasar ini terdapat banyak kuliner yang bisa dicoba. Saya tidak mencoba semuanya, karena saya sendirian dan kapasitas perut saya terbatas.

Beberapa makanan yang saya coba di sini adalah kue lumpur, bakso goreng dan klepon. Menurut saya makanan di sini enak-enak. Jadi ada beberapa tempat yang antri untuk membeli makanan di sini. Untuk ukuran pasar tradisional, pasar di sini relatif bersih. Pasar ini layak dikunjungi jika ingin mencoba kuliner khas Malang. Untuk menghindari antrian, lebih baik kalau datang ke sini di pagi hari.

Kue Lumpur Kentang
Salah satu highlight di pasar Oro-Oro Dowo, Lumpur kentang 27.

Pasar Oro-Oro Dowo : Jl. Guntur No.20, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65112

Selain tempat-tempat yang disebutkan di sini, masih banyak lagi kuliner Malang yang belum sempat saya coba. Jadi masih ada alasan untuk kembali berkunjung ke Malang.

8 thoughts on “Kuliner di Malang: Dari Makanan Legendaris sampai Jajanan Pasar

  1. Yaampun, Bakso Presiden yang pinggir kereta ya. Terakhir ke sana itu tahun…. 2017/2018, sudah tidak sedingin dari terakhir ke sana tahun 2012, sewaktu masih ada Malang Tempo Doeloe 😀

Leave a reply to Warm Cancel reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.