12 jam di Palembang

Kalau anda hanya punya waktu 12 jam di Palembang, apa yang akan anda lakukan? Inilah saran saya untuk anda agar bisa menikmati Palembang meskipun hanya dalam waktu 12 jam.

jembatan ampera

jembatan dari benteng kuto besak

1. Mencoba makanannya

Beragam makanan di Palembang

Palembang bukan hanya pempek. Selama ini memang Palembang identik dengan pempek, tapi kalau ingin mencoba selain pempek masih banyak pilihan lain. Anda bisa mencoba martabak HAR, atau mie Celor yang terletak di 26 Ilir. Dengan sungai Musi yang membelah kota Palembang, makanan yang berbahan dasar ikan bisa menjadi pilihan utama. Anda bisa mencoba pindang ikan, brengkes ikan belido atau ikan goreng seluang yang juga bisa menjadi pilihan sebagai snack. Bosan dengan pempek biasa? lenggang panggang atau model dapat menjadi salah satu alternatif pilihan makanan. Untuk minumannya, bisa dicoba es kacang merah sebagai penetral pedasnya cuko pempek.

makanan Palembang

Untuk pempek, harganya beragam, anda bisa membeli pempek seharga 900 rupiah per butir atau membeli yang seharga 400o rupiah per butir. Yang membedakan adalah ikannya, untuk mencoba ikan belida silakan membayar 4000 rupiah. tetapi untuk oleh-oleh, apalagi kalau harus membawa banyak, pempek 900 rupiah bisa menjadi pilihan.

2. Berkeliling di daerah 16 Ilir dan sekitarnya.

Pasar 16 Ilir Palembang

Pasar 16 Ilir merupakan pasar terbesar di Palembang, anda bisa mendapatkan apapun di sini termasuk souvenir khas Palembang ataupun songket, meskipun tidak sebanyak di sentra kerajinan songket.

Masjid Agung Palembang

Gerbang Masjid Agung dilihat dari dalam

Bukan hanya pasar 16 Ilir, di daerah ini anda bisa berkunjung ke masjid Agung untuk melihat salah satu masjid tertua dan terbesar di Palembang, dengan sedikit berjalan kaki anda bisa melihat monumen perjuangan rakyat atau monpera. Jangan lupa kunjungi museum Sultan Mahmud Badaruddin II dan meskipun museum ini tutup anda juga bisa menikmati arca-arca yang terletak di halaman museum ini. Di depan museum ini terdapat pelataran Benteng Kuto Besak yang menjadi salah satu pilihan warga Palembang untuk bersantai di sore hari. Di daerah sini juga banyak terdapat warung-warung terapung yang dapat menjadi pilihan untuk minum kopi di sore hari.

Museum Sultan Mahmud Badaruddin II

Monumen perjuangan rakyat

Arca Ganesha di halaman Museum Sultan Mahmud Badaruddin II

3. Melihat jembatan Ampera dari dekat

Jembatan ampera di siang hari

Jembatan Ampera merupakan landmark kota Palembang. Rasanya ke Palembang belum lengkap kalau belum berfoto di sini. Berfoto di malam hari membuat hasil foto biasanya menarik, tetapi kalau tak sempat berfoto di siang haripun tak menjadi masalah.

Ampera di malam hari

4. Menelusuri sungai Musi dengan kapal

Perahu motor yang bisa disewa untuk menyusuri sungai Musi

Waktu tiga jam cukup untuk menelusuri sungai Musi sampai ke pulau Kemaro. Masih ada masyarakat Palembang yang tinggal di pinggir sungai Musi sehingga menarik untuk menyaksikan kehidupan di pinggir sungai ini. Dengan biaya yang terjangkau kita dapat menyewa kapal yang akan mengantarkan kita termasuk menunggu kalau ingin berhenti lama di Pulau Kemaro.

Rumah rakit di pinggir sungai Musi

5. Pulau Kemaro

Pulau Kemaro dilihat dari sungai Musi

Jangan lupakan pulau Kemaro yang merupakan peninggalan dari sejarah Palembang yang menunjukkan perpaduan budaya China dan Palembang. Berdasarkan legenda Pulau Kemaro, sejak dahulu sudah terjadi pernikahan antar ras di Palembang. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Palembang sesungguhnya merupakan masyarakat yang berpikiran terbuka dan egaliter.

pagoda di pulau kemaro

Di pulau Kemaro terdapat Kelenteng yang masih menjadi tujuan masyarakat keturunan Cina setiap tahun baru Imlek dan cap Gomeh. Pada waktu tersebut diperkirakan ada sekitar 20 ribu warga yang memadati pulau tersebut. Jika kita berkunjung di saat sepi, pulau Kemaro tetaplah tujuan wisata yang menarik, paling tidak anda dapat mengabadikan keindahan pulau ini atau melihat pohon cinta di mana ada kepercayaan bahwa setiap pasangan yang mengukirkan namanya di pohon ini maka cintanya akan abadi, meskipun saya tidak percaya dengan legenda ini.

Pohon cinta di pulau Kemaro

6. Durian

Durian....

Di pasar Kuto, tidak ada istilah musim durian. Sepanjang tahun durian selalu tersedia di sini. Kalau ragu dengan kemampuan anda memilih durian, minta penjual durian untuk memilihkannya untuk ada. Biasanya ada garansi tidak usah membayar jika duriannya tidak enak.

7. Songket

Kain khas dari Palembang adalah songket Palembang. kalau ingin melihat sentra kerajinan songket, anda bisa datang ke daerah 30 Ilir. Di sini terdapat banyak toko songket. anda bisa juga menyaksikan pembuatan kain ini secara langsung. Karena proses pembuatannya yang rumit, maka harga songket yang termurah adalah sekitar 1 juta atau lebih. Belum punya uang atau tidak berminat untuk membeli songket? Di tempat ini juga bisa dibeli batik Palembang atau kain jumputan.

Sesungguhnya di Palembang masih banyak objek wisata yang menarik, tetapi dengan waktu yang terbatas, tempat-tempat ini dapat menjadi pilihan. Tak perlu khawatir dengan transportasi. Ada transmusi yang aman dan nyaman serta taksi Bluebird kalau ingin lebih fleksibel ketika berwisata.

PS: Tulisan ini disertakan dalam lomba menulis blog pesona Sumatera Selatan yang diselenggarakan oleh wongkito.net, Pemprov Sumsel, Musi Institute dan Trijaya FM.

9 thoughts on “12 jam di Palembang

  1. Ping-balik: Jalan-jalan Seru Ke Pulau Kemaro di Sungai Musi, Palembang - Yuk Piknik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s