#168 itikkecil dan serdadu kumbang

I went to the theater with a lot of expectation since it’s Alenia Production. And I always love watching Denias.

Amek, Acan danUmbe adalah tiga sahabat di Sumbawa yang meskipun hidup serba kekurangan tetapi tetap bahagia. Dan film ini menceritakan tentang peristiwa yang mereka hadapi sehari-hari. mulai tentang kenakalan mereka di sekolah. masalah dengan guru yang masih suka menggunakan kekerasan fisik untuk menghukum murid sampai dengan kegiatan mereka yang suka duduk di pohon sambil menggantungkan botol yang berisikan tentang apa yang mereka cita-citakan.

Amek adalah tokoh sentral film ini dan cerita utama sesungguhnya berpusat pada masalah yang dihadapinya. karena bibirnya yang sumbing, ia jadi tidak punya cita-cita. Kerinduan dengan ayahnya yang merantau bertahun-tahun ke Malaysia sampai dengan ketakutannya karena ia sudah tidak lulus ujian nasional tahun kemarin.

Akting anak-anak yang bermain di film ini natural, begitupun akting Lukman Sardi, Putu Wijaya, Titi Sjuman dan pemeran lainnya. tetapi terus terang saja saya merasa film ini dijejali dengan pesan yang teramat banyak. mulai dari kekerasan guru terhadap siswa, masalah ujian nasional yang akhirnya memakan korban jiwa sampai dengan masalah TKI. Dan sebenarnya peran Surya Saputra itu kalaupun ditiadakan juga tak berpengaruh di jalan cerita, IMHO. Saya merasa peran itu hanya tempelan untuk menempelkan pesan sponsor dari salah satu perusahaan tambang sahaja. Tetapi saya menikmati juga pemandangan padang sabana di sumbawa dan pertandingan balap kuda. jadi ingin pengen ke sana deh…

saya bukan kritikus ataupun pengamat film ya. this is just my two cents.

PS : foto poster film dicolong dari sini.

7 thoughts on “#168 itikkecil dan serdadu kumbang

  1. Film² yang model kayak gini justrunya harus sering dibuat, jangan film yang hanya mengejar keuntungan semata tanpa mengutamakan usur pendidikan didalamnya seperti film² tentang setan²an

    salam kenal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s