#138 itikkecil, hp dan dompet

Saya termasuk orang yang pelupa. entah sudah berapa kali saya pergi dari rumah dan meninggalkan barang-barang yang seharusnya saya bawa.
Berbeda dengan orang-orang yang sepertinya tak bisa hidup tanpa hp. beberapa kali saya meninggalkan hp di rumah dan malah tidak panik. saya jarang dihubungi orang dan my betterhalf bukanlah orang yang suka menelpon kalau tak penting-penting amat. jadi kalaupun tak ada hp ya sudah. kalau benar-benar perlu saya tinggal telpon orang yang perlu dihubungi dengan memakai telpon kantor atau kalau kepepet telpon umum. cari nomor telponnya bagaimana? cari di internet atau kalau saya beruntung, cari di kartu nama yang diberikan orang tersebut :D.
Kalau ketinggalan dompet? sering juga sih. tapi kalau soal uangnya saya tak terlalu khawatir. paling nodong sama teman-teman di kantor atau siapapunlah yang bisa dimintai uang untuk sekadar ongkos. kalau benar-benar kepepet ya jalan kaki. kadang-kadang mengorek-ngorek uang receh untuk membayar parkir kalau pada saat saya membawa mobil, biasanya malah ada uang untuk parkir yang ditaruh di mobil. saya malah lebih khawatir kalau ketinggalan dompet berarti tak ada sim, tak ada atm atau kartu kredit yang bisa dipakai pada saat kepepet.
jadi kalau ditanya, lebih takut mana ketinggalan dompet atau hp, saya lebih memilih pulang untuk mengambil dompet sementara kalau hp ya sudah. kalau orang yang benar-benar perlu biasanya malah mencari saya di twitter 😎 . itu kalau saya ya. bagaimana dengan anda?

8 thoughts on “#138 itikkecil, hp dan dompet

  1. saya jarang ketinggalan hp apalagi dompet. Yang dikhawatirkan emang bukan uangnya, tapi SIM yang ada di dompet πŸ™‚

    Dulu saya sering ketinggalan kaca mata, tapi sekarang sudah nggak lagi karena pas keluar rumah sudah langsung terasa ada yang berbeda dengan pemandangan sekitar (jadi kabur gitu)

  2. Saya lebih takut kalau ketinggalan hati. (blush)

    Kalau hape sih sama, gak terlalu masalah ketinggalan. SMS bisa pakai fitur kirim SMS dari Gmail. Paling bermasalah kalau bos nyari, suka nelponnya ke hape. Dompet juga gak masalah. Bisa pinjam duit dulu ama teman atau tinggal minta dicatat aja di kantin untuk makan.

    Itu kalau hari kerja. Kalau hari libur dan sedang pergi-pergi, lain soal. Bakalan panik dan merasa tidak nyaman kalau ketinggalan dua-duanya.

    Pernah pergi ke luar kota, dompet ketinggalan. Paniklah. Untung punya kebiasaan ngantongin uang-uang kecil dua ribuan lima ribuan sepuluh ribuan. Jadilah bisa pulang dengan selamat, walau harus menahan lapar dan dahaga. Hiks hiks.

  3. wah aku dua-duanya pasti balik.
    1. tanpa HP aku akan sulit dihubungi Riku, pihak sekolah/polisi jika ada apa-apa. Jadi HP harus ada. begitu juga adapter
    2. Tanpa dompet berarti tak ada SIM ID dan kartu ATM. Kalau kecurian, berarti kami tak bisa hidup satu bulan, krn atm berisi gaji πŸ˜€

    EM

  4. buat aku dua-duanya penting jadi kalo mo pergi pasti diperiksa lagi, tapi kalau harus pilih yah lebih penting dompet karena ada kartu identitas, buat jaga-jaga biasanya saya naro uang juga ditas yang biasa pake selain di dompet…

  5. dompet lah, soalnya nanti ga bisa beli jajanan di jalan πŸ˜€ klo hape ketinggalan ya gapapa juga sih malah lebih tenang, tapi ketinggalannya di kos ya di kos jangan ketinggalan di tempat umum, itu namanya lenyap…. #mulailospokus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s