#11 itikkecil dan sibbling rivalry

Sebenarnya agak bingung juga menterjemahkan apa itu sibbling rivalry. persaingan antar saudara? kalau definisi sibbling rivalry menurut wikipedia adalah : Sibling rivalry is a type of competition or animosity among brothers and sisters, blood-related or not.

Ketika saya menonton tentang Frasier Crane dan Niles Crane di episode The Gift Horse dan IQ. saya jadi teringat dengan pertikaian *tsah* yang sering saya alami bersama adik saya ketika kami kecil. Frasier dan Niles adalah dua saudara yang selalu bersaing tentang apa saja untuk mendapatkan persetujuan dari ayahnya. meskipun terkadang tidak masuk akal seperti ketika mereka bersaing untuk memberikan hadiah ulang tahun yang terhebat untuk ayah mereka. Atau ketika mereka berusaha untuk membuktikan siapa yang terpintar di antara mereka berdua.

Untungnya, saya dan adik saya tidak sampai segitunya. semakin menua *lagi-lagi tsah* hampir tidak ada konflik di antara kami. terutama karena kami sekarang tinggal berjauhan. lagipula kedua orangtua kami memperlakukan kami dengan cara yang sama. tidak ada yang diistimewakan. kalau bandel sama-sama dimarahi. kalo bokek sama-sama yang dikasih duit *eh*

Tetapi ketika kami kecil, lain lagi ceritanya. Ada saja yang membuat kami berdua berkelahi. Kami berdua pernah perang mulut sedemikian hebatnya sehingga bapak sayaΒ  menjadi emosi dan memukul lemari instead of memukul kami berdua πŸ˜† etapi itu sudah membuat kami berdua langsung mengisap pipa perdamaian *eh*. Di lain hari, adik saya pernah mengintip diary saya dan membacakan kata-katanya di hadapan publik , baca : keluarga dan teman-teman saya.

The most memorable moment adalah ketika mungkin saya baru berusia empat tahun dan adik saya dua tahun setengah. Jadi, ketika itu kami berdua dibelikan satu gitar mainan. cuma gitar mainan plastik, suer! Saya sebagai anak tertua dengan semena-mena menghak-i si gitar yang malang itu dan sama sekali tidak meminjami adik saya ketika dia ingin memainkan gitar itu. *sungguh anak sulung yang tidak patut dicontoh*. si adik dengan sukarela mengalah dan membiarkan saya memiliki gitar itu sepenuhnya 😎 . Dan karena kasihan, akhirnya bapak saya membelikan satu lagi gitar biar adil.

Dan memang, rumput tetangga selalu kelihatan lebih hijau. Melihat gitar baru yang lebih keren. gitar lama langsung saya serahkan dengan sukarela ke si adik dan gitar baruΒ  menjadi hak milik saya sepenuhnya πŸ˜† . Well, itulah keuntungan menjadi anak sulung.

Kami memang bukan hanya dua bersaudara, tetapi kebetulan umur kami hampir sama dan juga berjenis kelamin sama selain itu kami juga tinggal di kamar yang sama. mungkin itulah sebabnya, kenapa ketika itu kami hampir selalu berkelahi. Sampai akhirnya dia kuliah di Medan dan saya tetap kuliah di Palembang. Dan ada benarnya juga kalimat : jauh kangen kalo deket berantem. Sejak dia pindah ke luar kota saya akhirnya diam-diam sering merindukan dia. dan sejak itu pulalah, kami hampir tidak pernah bertengkar lagi.

13 thoughts on “#11 itikkecil dan sibbling rivalry

  1. Memang sudah sunatullah begitu agaknya. Jauh dirindu, dekat berantem melulu. Tak dengan saudara, tak dengan belahan jiwa… *hatsah*

    Tapi untung itu ada saudara sesama perempuan. Kalau saudara sesama laki-laki, kalau kutengok kawan-kawanku, sampai berantem beneran dulu. Awalnya sepele, karena mencoba meniru eksyen Satria Baja Hitam Pekat, jadi main tarung-tarungan. Akhirnya malah beneran. Biasa sih si abang yang menang.

    Untunglah pula aku tak punya adik laki-laki. Anak laki-laki tunggal, cuma punya 3 adik perempuan. Efeknya: sering keluyuran keluar rumah, dan berakhlaqul-karimah, dimana tidak ada saudara kandung menjadi korban kebrutalan. Cuma saudara sepupu laki-laki saja…

  2. Ahahaha kenapa baca ini berasa mutar kaset lama ya?
    Alias gue ama adek gue juga begitu.
    Tapi adikku cowok, and bedanya cuma dua tahun.
    Alhasil kelahi terus kalo ada apa2 hahaha, bahkan sampe SMA

    Tapi setelah adekku kuliah di solo aku di Jkt (persis kek mbak Ira yg kuliah jauh-jauhan) kami jd akur hahaha

  3. Udah lama euy ga main ke sini.. πŸ™‚

    Memang ada kalanya apa yang kita anggap sebagai masalah sebenarnya adalah anugrah, hanya saja kita belum menyadarinya.

    Saya salut sama dirimu dan adikmu mbak… sepertinya adikmu berkembang jadi orang yang sangat cool, hehehe πŸ™‚

  4. @ansella
    saya memang preman. jadi kamu mau apa hah? hah? hah?
    *asah golok*

    @warm
    saya sekarang sudah berubah om warm… sudah insyaf dan jadi anak baik-baik…
    *benerin kerudung*

    @Takodok!
    Kalau sekarang sih saya cuma bisa tertawa kalau mengingat kelakuan saya dulu. Malah sekarang kami ngobrol di telpon hampir setiap hari.

    @Alex
    buya Alex, kalau saya perhatikan memang sibbling rivalry antar saudara laki-laki memang lebih menyeramkan. tak usah jauh-jauh, kedua adik laki-laki saya pernah berantem fisik. beda dengan saya dan adik perempuan saya yang lebih suka perang mulut.
    Dan malang sekali adik sepupumu itu buya, pasti dirimu tindas dengan semena-mena *eh*
    Tapi buya, apakah engkau menjadi overprotective dengan adik-adik perempuanmu? karena seperti yang saya amati pada hubungan antara kakak laki-laki dan adik perempuan, biasanya si kakak menjadi pengawal yang bisa jadi selalu melarang si adik perempuan.

    @Ceritaeka
    Dan biasanya yang dimarahi adalah kita, anak yang lebih tua. disuruh mengalah dan dibilangin, coba mengalah dengan adik πŸ˜†
    Bisa jadi akur karena tidak perlu melihat mukanya tiap hari. coba kalau masih?

    @Rime
    saya juga πŸ˜€ *eh*
    adik saya memang berkembang jadi orang yang sangat cool karena terbiasa ditindas oleh kakaknya πŸ˜†

  5. Saya anak tengah, dan selalu dilatih untuk bersaing. Kakak saya cowok, dan saya dengan kakak saya selalu saingan dalam hal apapun, dia hebat main bola sebagai striker saya habis-habisan berlatih sebagai kiper hebat. Lalu dengan adik saya yang cewek, saya harus banyak mengalah dan mengajari adik saya karena minat saya tak banyak yang sama..

  6. Saya juga hanya punya satu saudara kandung … Adik saya …
    Namun dia berbeda gender dengan saya … Adik saya Wanita …

    Seingat saya … sepertinya rivalry seperti itu tidak ada …
    Baik ketika saya masih kecil … apalagi sekarang …

    (ini seingat saya lhhoooooo …)(hahahaha)

    Salam saya Tik

  7. @giewahyudi
    tapi sering berantem gak?

    @nh18
    mungkin karena perlakuan orangtua yang adil om, makanya tidak ada perselisihan antara om dan adik om.
    tapi contoh klasik sibbling rivalry adalah Bart dan Lisa Simpson dari the Simpson…

  8. uw, inget masa kecil berantem ma adik, dan selalu berantem. tak ada hari tanpa berantem. Kalau aku beda, adikku perempuan, sedangkan aku laki laki. Tapi sekarang sudah agak besaran, dan adikku sekarang lagi di pondok. Kangen berat waaalaupun setiap 2 minggu sekali balik.
    Masa kecilku berlanjut untuk adik ragil ku. Dia laki laki, dan kakaknya perempuan. Sukses buat mereka karena setiap hari tanpa tak ada pertengkaran. Tangisan selalu saja pecah. Ga pagi Ga siang, ga malam. And i thing, entar kalau sudah besar akan sama seperti aku dan adik adikku πŸ™‚
    *kaset yang nglokor akhirnya bagus lagi :))

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s