#176 itikkecil and her campus

after eleven years, I finally set my feet on my (then) campus again. And when I strolled in its roads, I felt like I’ve been walking on the memory lane… Back then when I was a university student, it was one of the happiest and best moment of my life and many things happened on my campus.

Saya melalui banyak hal di sana. kuliah, ngecengin tetangga kampus, naksir-naksiran, jatuh cinta, patah hati, jatuh cinta lagi, pacaran di kampus. tapi bukan cuma itu. rebutan kursi di bis, nebeng mobil orang karena tak ada bis lagi, berantem antar jurusan dan antar fakultas, demonstrasi besar-besaran menurunkan Soeharto, menyaksikan si anu naksir si anu atau si anu jadian dengan si anu. Belajar bareng-bareng, mengerjakan tugas bareng-bareng satu jam sebelum kuliahnya dimulai. belajar ngelas, dibelain sama cowok-cowok sekelas kalau ada yang mengganggu, begadang demi menyelesaikan tugas menggambar pompa. Dan keluyuran sampai ke Jakarta dan Bandung bersama teman-teman sekelas.

Mengadakan lomba basket, diopspek oleh kakak-kakak tingkat dan balik mengopspek adik-adik tingkat setelahnya. Belajar jadi asisten di lab. jadi manajer tim sepakbola angkatan. mempertaruhkan uang kas angkatan demi bertanding sepakbola. bangkrut. Menyaksikan semua teman-teman sekelas yang cowok mengalami fase menggondrongkan rambut pada saat baru masuk dan balik lagi memendekkan rambut setelah mendekati semester akhir. Semua hal ini teringat lagi ketika saya melewati kelas tempat kami belajar dulu.

Sampai sekarang saya masih takjub bagaimana saya bisa melalui lima kelas matematika, motor bakar, turbin uap, metalurgi, getaran dan semua mata kuliah lain yang memusingkan. Karena prakteknya sekarang semuanya tak terpakai. kecuali beberapa oknum teman sekelas yang akhirnya bekerja di pabrik atau berhubungan dengan mesin ataupun jadi dosen. Apa kabar yang lain wahai teman-teman?

Yang jelas, saya bisa lulus dengan susah payah karena dukungan dari teman-teman sekelas juga. ada yang bisa jadi sumber (baca : contekan) ketika kami harus belajar tentang deret fourier ataupun belajar hal-hal lain. Ataupun ketika harus menyelesaikan tugas perancangan kopling, kerja praktek maupun tugas akhir.

Lima setengah tahun di kampus ini adalah bagian terbaik dari hidup saya.

saya bersama teman-teman sekelas sebelum berangkat KKL ke Jakarta dan Bandung. Banyak yang gondrong kan?

*Postingan ini didedikasikan untuk Angkatan ’94 Fakultas Teknik Jurusan Teknik Mesin Universitas Sriwijaya. Solidarity forever!*

11 thoughts on “#176 itikkecil and her campus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s