Jalan-jalan part 2

Atas permintaan fans-fans saya 😎 , akhirnya saya mengupdate blog ini. Ada satu hutang lagi yang belum saya selesaikan. *lirik caplang*. Tapi itu akan saya selesaikan paling lambat akhir minggu ini.

Selama satu minggu kemaren saya sempat jalan-jalan ke daerah. Harus saya akui, saya takut naik kapal. Ya saudara-saudara, Ira Hairida Yuliani memang takut naik kapal. Tetapi demi tuntutan pekerjaan, akhirnya saya harus memaksakan diri naik ke speedboat itu untuk pergi ke desa Terusan Jawa. Desa ini adanya di kabupaten Ogan Komering Ilir. Kami naik speedboat di desa Muara Batun dan setelah melewati perjalanan yang cuma lima belas menit (itu sebabnya saya mau naik ke speedboat itu :mrgreen: ) akhirnya kami sampai ke desa ini.

Kebetulan lembaga tempat saya bekerja sekarang punya program community empowerment di desa itu, dan kami datang ke sana untuk melihat program itu. Ternyata mereka punya program peningkatan ekonomi produktif yang memberdayakan ibu-ibu untuk mendapatkan penghasilan tambahan untuk keluarga dan ada juga kegiatan sosialisasi bahaya HIV dan AIDS karena ternyata kebanyakan laki-laki di desa ini pergi merantau ke Batam.

Cukup ceritanya. Karena saya tidak mau dianggap hoax, inilah foto-foto selama di sana.

pic11.jpg

nyengir selalu…..

pic2.jpg

a view from the boat….

pic3.jpg

setelah turun dari speedboat….

pic4.jpg

teteup kampanye safe motherhood dan no free sex :mrgreen:

pic5.jpg

desa Terusan Jawa

pic6.jpg

look at these innocent faces!!!!

pic7.jpg

It’s time to say goodbye

Akhirnya tiba saatnya pulang. Sayangnya pas pulang sempat ada insiden overloaded, kebanyakan penumpang. Jadi ada speedboat lain yang mengangkut beberapa penumpang tambahan itu. Sampai di Muara Batun, sempat-sempatnya beli burung goreng (gak tau burungnya apaan). Dan ternyata, dari sana ke Palembang itu cuma tiga puluh menit saja. Terima kasih buat semua orang yang sudah banyak membantu selama perjalanan ini.

32 thoughts on “Jalan-jalan part 2

  1. @venus

    itik kecil, ternyata dirimu tak sekecil yang kubayangkan

    menurut temen-temen saya juga, nickname itu terlalu sok imyut 😳

    @cK
    gak ngerti juga kenapa namanya terusan jawa. padahal lokasinya di deket Palembang

    mbak, oleh-olehnya mana?

    burung goreng, tapi sudah habis dimakan 😎

  2. @caplang
    memang sekarang say overweight….
    *jadi mikir-mikir buat diet :mrgreen: *

    @harri
    iya, makanya takut naik speedboat

    @Dee
    saya mau naek kapal yang gede.
    saya gak takut sama air kok pakde… apalagi kalo airnya dangkal :mrgreen:

  3. Livelihood-kah tante??
    tapi ada health-nya juga ya πŸ˜€
    wah menarik ini, brapa yg ikutan program itu??
    _____________________
    OOTnya:
    oya itu burung yang dimakan, itik goreng barangkali 😈

  4. Ping-balik: My Resolution : Homework from Hoek « A Balanced Blend Of Costly Java Aromatic Tobaccos

  5. @goop
    ada dua kelompok yang dapet bantuan. Tapi saya gak terlalu hafal berapa jumlah anggota masing-masing kelompok itu.

    @Sayap KU
    ayo ke Palembang

    tapi emang jarang nulis yah?

    tergantung mood πŸ˜€

    @musmus
    tergantung kerjaan juga sih….

    @suandana
    *rajam adit*

    @siawhietji
    sudah tuh dimasukkin πŸ˜€

    @Bindrang
    gak juga πŸ˜€

    @GRaK
    :mrgreen:

  6. harus naik speedboat? atau karena naik speedboat lebih cepet dibanding jalan darat?
    belum musim duku dan duren di sana? Komering kan tempatnya buah surga ini πŸ™‚
    insya Allah 1-2 bulan lagi sempetin ke Palembang ah…

  7. Tante ada yg ketinggalan…
    itu naek speedboat ko tidak pake pelampung??
    apa sudah biasa seperti itu disana??
    kan bahaya… bisa renang ga?
    tenang aja, ada yg untuk ukuran tante itik yang “kecil” ko hehe
    *kidding*
    **jangan patahkan apalagi gebug saya pake tongkat saya**

  8. Harus saya akui, saya takut naik kapal. Ya saudara-saudara, Ira Hairida Yuliani memang takut naik kapal.

    Wah… nyaris sama…
    Kalo aku bukan takut naik kapalnya terus tenggelam, tapi mabuk lautnya itu yang mengerikan πŸ˜†

    …. errr… benarnya seram juga tenggelam, secara diri ini bukan perenang yang tangguh :mrgreen:

    Desa ini adanya di kabupaten Ogan Komering Ilir.

    Eh, itu kan desa dimana ada legenda si Pahit Lidah, ya? Komering Ilir apa Komering Ulu? πŸ™„
    *ingat cerita masa kecil*
    Kalau daerah yang namanya (CMIIW) Batu Raja itu dekat ndak?

    Kebetulan lembaga tempat saya bekerja sekarang punya program community empowerment di desa itu

    Community Empowerment di sana dapat dukungan dari pemerintah setempat? Di daerahku, kawan-kawan yang bergerak di LP3A (Lembaga Pemberdayaan dan Pengembangan Perempuan Aceh) juga melakukan program yang sama, tapi dilirik sebelah mata sama pemda. Jangankan dana, untuk ngurus izin saja berbelit-belit.
    Tapi begitu program pada akhirnya kelar dan masyarakat responnya bagus dengan hasil yang baik, ehh… diambil alih program tersebut dan dimasukkan dibawah ‘binaan pemda’. 😦

    Betewe… perumahannya memang perumahan tepian sungai seperti di Kalimantan ya?

    Ehm, itu pose nongkrong di poto #5 cocok dengan imej pos ronda :mrgreen:

  9. wow.. fotonya keren2.. btw, kapal itu disungai ya? btw, sungai di sumatra dan kalimantan gede2 ya… saya pernah punya teman asal kalimantan yg mengomentari saat saya ajak ke sungai brantas *sungai terpanjang dijawa*, katanya.. “ini sungai apa parit sih..” *pingsan*

  10. @Hoek
    yuk ikut jalan-jalan di sini

    @Nike
    πŸ˜†

    @takochan
    saya pernah hampir jatuh pas nyeberang sungai musi.

    @konsultan
    gak ada jalan laen selain naik speedboat itu πŸ˜€
    sekarang lagi musim embem (bener gak ya gitu nulisnya πŸ˜€ )

    @alief
    wah…. lepel saya palingan naik speedboat atau naik kerbau πŸ˜†

    @goop
    kayaknya sudah biasa di sana gak pake pelampung
    *rajam goop*

    @mbelgedez
    sudah om

    @alex
    Pahit Lidah itu di Komering Ulu
    Baturaja itu sekitar empat jam dari Palembang
    Yang menseleksi kelompok yang dapet dana itu pemerintah setempat.

    Betewe… perumahannya memang perumahan tepian sungai seperti di Kalimantan ya?

    di pinggiran sungai Musi memang rata-rata seperti ini.

    @deKing yang biasa2 saja
    :mrgreen:

    @warnetubuntu
    itu sungai kecil. Kalo sungai Musi lebarnya bisa sampai lima ratus meter πŸ˜€

  11. Ping-balik: Top 10 Bloger « alex’s blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.